Kepala Desa Bakan : Saya Sangat Prihatin Naasnya 5 Anggota Masyarakat Dalam Wilaya Konsesi PT Jr-BM

Sangadi (Kepala Desa) Bakan Hasanudin Mokodompit

Hasanudin Mokodompit : Dukungan Pemerintah Desa Atas Kemauan Masyarakat Agar Mendapatkan Ijin Wilaya Pertambangan Rakyat (WPR) Dari Penentu Kebijakan Sudah Sangat Nyata Dan Jelas

Wartawan : Sutimin Tubuon

El-Madani | Bol-Mong. Dalam kepentingan pemenuhan kebutuhan, sering kali masalah keselamatan diri terabaikan, cotohnya memilih untuk melakukan usaha dalam pengambilan material mengandung logam mulia (emas), apaterlebih pengambilannya dilakukan lewat bawah tanah, sudah tentu memiliki keterbatasan ruang dan juga resikonya terlalu banyak. Untuk mengurangi potensi berbahaya, seharusnya para pekerja memahami krakter lokasi sasaran, dan selanjutnya diharuskan lengkap dengan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan kondisi tempat atau lokasi.

Tragedi hilangnya 5 (lima) nyawa warga masyarakat Penambang dilokasi masuk dalam wilaya konsesi Perusahaan PT J-resources Bolaang Mongondow Blok Bakan, tepatnya dilokasi yang sering disebut dengan bahasa Daerah Mongondow “Tapak Gale’”, saat ditemukan oleh tim Petugas Kepolisian Resourt Kota Kotamobagu dan Polsek Lolayan kondisi para korban sungguh sangat memprihatinkan, terinformasi para korban bukan dikarenakan tertimbun reruntuhan bebatuan, tapi dugaan kelima korban meninggal akibat menghirup udara bercampur racun sianida dan asap dari mesin genset dalam terowongan, tanpa mereka sadari bahwa udara yang mereka hirup itu sudah mengandung bahan beracun.

Kepala Desa Bakan Hasanudin Mokodompit saat dikunjungi dikediamannya (Rumah pribadi-red) untuk mendapatkan kejelasan persoalan Tragedi meninggalnya 5 (lima) warga masyarakat dalam wilaya konsesi Perusahaan PT J-resources Bolaang Mongondow, Hasanudin mengatakan ; “Sebagai Pemerintah, tentunya sangat prihatin dengan adanya musibah yang menimpah ke-5 (lima) warga masyarakat dalam lokasi itu”, penyampaian dan himbauan pada masyarakat sudah sering disampaikan, “jangan melakukan kegiatan penambangan secara illegal, karena selaku pemilik ijin itu adalah perusahaan PT J-resources Bolaang Mongondow (J-r BM), tapi dikarenakan penghasilan dalam usaha seperti itu mungkin sangat menjanjikan, sehingganya secara sembunyi mereka memaksakan diri untuk melakukan hal itu, jelas Hasanudin Mokodompit.

Selanjutnya terang Hasanudin, kejadian ini memang sungguh sangat memprihatinkan, sebagai Pemerintah Desa, persoalan ini bagaikan buah simala kama, sebab dilain pihak masuk dalam wilaya konsesi Perusahaan PT J-r BM, disisi yang lain, lokasi tempat kejadiannya belum ada penyelesaian pembebasan dari pihak perusahaan pada pemilik lahan, sehingganya dari Pemerintah Desa belum bisa menarik kesimpulan seperti apa selanjutnya penanganan kasus hilangnya 5 (lima) nyawa warga masyarakat itu. “Dukungan Pemerintah Desa atas kemauan masyarakat agar mendapatkan ijin Wilaya Pertambangan Rakyat (WPR) dari penentu kebijakan sudah sangat nyata dan jelas”, tapi hingga hari ini belum ada titik terangnya dari Instansi yang berwenang, terang Hasanudin Mokodompit.

Untuk mendapatkan kejelasan dari pihak Perusahaan PT J-resuorces Bolaang Mongondow (Jr-BM), dari awak media elmadani.co.id mencoba menghubungi lewat beberapa nomor seluler, antara lain Bapak Broto Senno dan Bapak Irwan Lopoyo sebagai petinggi didalam Perusahaan PT Jr-BM, namun tidak digubris, dugaan ada kemungkinan dari pihak Perusahaan lepas tangan dan tak mau peduli dengan adanya korban hilangnya 5 (lima) nyawa warga masyarakat dalam wilaya konsesi PT J-resources Bolaang Mongondow (Jr-BM), dari pihak media tetap berharap adanya klarifikasi dari pihak Perusahaan. (Sutimin Tubuon**elmadani.co.id)

1 thought on “Kepala Desa Bakan : Saya Sangat Prihatin Naasnya 5 Anggota Masyarakat Dalam Wilaya Konsesi PT Jr-BM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.