EMPAT LAWANG || ELMADANI.CO.ID– Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfo) Kabupaten Empat Lawang  memasang penguat sinyal di dua  desa. Sebab, selama ini kedua  desa tersebut minim sinyal telekomunikasi.

Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Kadis Kominfo) Empat Lawang , Asnan  mengatakan pihaknya mengajukan usulan bantuan ke pusat terkait pembangunan BTS (Bess Transeper Station). Dimana fungsinya untuk memperkuat signal dan kapasitas serta jangkauannya lebih luas. 

“Nah, tahun ini kita usulkan ada dua titik untuk pembangunan penguat jaringan sinyal. Seperti di Desa Ujung Alih dan Desa Gelangang , Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang. Namun, untuk realiasisasinya dalam tahun ini karena secara kelengkapan baik tanah sudah kita sediakan,” tegas Asnan diruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, tujuan dibangun penguat sinyal untuk penyediaan jaringan internet. Sehingga, semakin banyak desa yang bisa menggunakan jaringan telekomunikasi seperti telepon selular. Karena memang dua desa ini masih tidak ada jaringan telekomunikasi telepon selular dan lainnya (Blankspot). Sebab, walaupun ada harus ke dataran tinggi atau keluar dari desa. Sehingga, belum mampu mengatasi jumlah desa blankspot.

“Kita masih tetap berupaya termasuk meminta kepala desa (Kades) bisa menganggarkan melalui dana desa. Sehingga, mampu mengatasi permasalahan jaringan telekomunikasi,” jelas dia.

Asnan  menjelaskan Diskominfo juga mengembangan jaringan internet di perkantoran Agropolitan Center organisasi perangkat daerah (OPD) tahun 2020 ini.

Dimana untuk jumlah kuota akses internet (bandwidth) pusatnya di Kantor Kominfo. Dibagikan ke OPD sesuai kapasitas terutama yang membutuhkan kapasitas besar seperti Bappeda, Inspektorat, BKD idealnya bandwidth mencapai 100 MBPS termasuk LPSE, perpustakaan.

Desa Ujung Alih dan Desa Gelangang , Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang akhirnya sudah bisa menikmati akses jaringan telepon dan internet 4G. Jaringan itu di pancar dari tower treangle dengan ketinghian 40 meter yang dibangun oleh Pemerintah desa dengan mengunakan dana desa (DD)ujung Alih dan Desa Gelagang

Tower tersebut terletak di dua titik di dua Desa , lebih kurang dengan luas 5×10 meter dan ketinggian 40 meter. Hal ini dibenarkan warga kepala Desa Ujung Alih , Elvan Samsi (45) yang mengaku saat ini sudah bisa menikmati jaringan telepon internet 4G.

Alhamdulilah , kami sudah bisa menggunakan handphone Android, dan bisa membuka Facebook atau WhatsApp,” kata Dien, kepada media ini, Jumat 24/1

Sebelumnya warga hanya memiliki handphone dengan jaringan 2G saja. Itu pun mencari sinyalnya harus mencari dataran tinggi, seperti perbukitan, atau naik di atas pohon.

“Di desa ini tidak ada sinyal, tidak terhitung lagi sudah beberapa tahun, bahkan ratusan tahun. Pada hal zaman sudah maju, baru sekarang menikmati jaringan ini” keluh Elvan .

Tambah Elvan , meski pun di desanya baru menikmati jaringan. Namun ia tetap bersyukur, karena jika mau menelepon tidak bersusah payah lagi untuk mencari ke dataran tinggi, cukup di dalam rumah saja.

“Kami sangat bersyukur di desa kami sudah bisa menikmati jaringan internet tanpa batas, terkadang pada malam hari ada mengalami gangguan jaringan. Namun itu bukan menjadi halangan bagi kami menikmati akses internet,” imbuhnya suplayer dan vendor alat nya masih

Dalam testing dan penyempurnan dan menyesuaikan cover area desa supaya bisa maksimal.

Sementara Asnan kepala Dinas Kominfo Kabupaten Empat Lawang Tujuan dibangun penguat sinyal untuk penyediaan jaringan telepon dan internet. Sehingga, semakin banyak desa yang bisa menggunakan jaringan telekomunikasi seperti telepon seluler. Karena memang di desa itu masih tidak ada jaringan telekomunikasi telepon seluler dan lainnya (Blankspot),” ungkapnya.

Sebab tambah Asnan, walaupun ada harus ke dataran tinggi atau keluar dari desa. Sehingga, belum mampu mengatasi jumlah desa blankspot.

“Kita masih tetap berupaya, termasuk meminta kepala desa (Kades) di Empat Lawang , yang di desanya belum ada akses jaringan agar bisa menganggarkan melalui dana desa. Sehingga, mampu mengatasi permasalahan jaringan telekomunikasi ini” tegas Asnan.(FAUZI)

3 thoughts on “Penguat Sinyal di Dua Desa di Empat Lawang dan Pengembangan Internet Hingga Pelosok

  1. Mantap, saya suka itu

    Dengan adanya bantuan penguat sinyal disetiap daerah akan mempermudah bagi kami anak rantauan menelpon / menghubungi keluarga yang ada dikampung halaman, semoga 4 lawang makin majuh & bisa menyamakan dengan kota2 lain, paling tidak seperti kota lahat & linggau ….

  2. Semoga secepatnya bisa dinikmati oleh seluruh warga ujung Alih,. Soalnya sampi hari ini kami anak rantau masih belum bisa menelpon langsung ke kampung,.. kata keluarga saya sinyal nya masih belum ada,. Tower untuk penguat sinyal yg di bangun sampi hari ini belum berpungsi, karena masih ada kendala. Tolong dari dinas Kominfo di tindak lanjut lagi terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.